Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 April 2010

Candi Tikus Mojokerto


Sabtu, 31 Januari 2009 - 10:52 wib


MOJOKERTO
, salah satu kota di Jawa Timur yang memiliki kekayaan wisata beragam. Di kota tempat berdirinya Kerajaan Majapahit itu, wisatawan akan disuguhi wisata alam dan sejarah yang berpadu.

Wisata alam menjadi salah satu alternatif bagi para pelancong untuk sekadar melepas penat atau mengisi hari libur. Tepatnya di Kecamatan Pacet, beraneka ragam suguhan wisata pegunungan disajikan. Dengan hawa yang dingin dan terbebas dari hiruk-pikuk, mampu menciptakan suasana tenang.

Di kecamatan yang berjarak sekitar 30 kilometer dari jantung kota itu, beberapa objek wisata alam bisa ditemukan. Mulai wisata air, agrobisnis, kuliner hingga pemadangan hamparan gunung yang menyejukkan mata. Semuanya, disajikan tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam.

Salah satu objek wisata yang menjadi andalan adalah kawasan wisata air panas, tepatnya berada di Desa Padusan Kecamatan Pacet. Tak hanya pemandian air panas yang disajikan, bagi mereka yang sekadar ingin berenang di air dingin, tepat jika memilih lokasi ini. Tentunya, kejernihan dan kemurnian air kolam menjadi jaminan kepuasan wisatawan.

Untuk bisa menikmati suguhan wisata air panas dan dingin ini, wisatawan hanya butuh mengeluarkan kocek sebesar Rp3.500 untuk tiket masuk. Ongkos sebesar ini, hanya untuk menikmati pemandangan pegunungan di lokasi wisata Padusan.
Selebihnya, jika wisatawan menginginkan wisata air panas dan dingin, hanya perlu menambah tiket masuk lokasi sebesar Rp2.500 per orang.

Wisata air panas Padusan, menjadi andalan wisata di Kabupaten Mojokerto. Tak hanya wisatawan dalam kota yang kerap menikmati air panas alami yang berkhasiat itu. Tak jarang, wisatawan dari luar kota, dan bahkan mancanegara, sudi singgah di lokasi wisata yang menjadi ikon wisata di Kabupaten Mojokerto ini.

Beberapa alasan yang menjadikan lokasi wisata ini menjadi wisata favorit adalah keunikan air panas yang ditampung di lima kolam itu. Selain murni dari pegunungan, khasiat menjadi obat penyakit kulit, kerap kali jadi alasan wisatawan untuk mengunjungi lokasi ini. Lantaran itu, ramainya para wisatawan tak dibatasi hanya hari libur.

Tahun 2002 lalu, lokasi ini sempat mati suri. Menyusul bencana tanah longsor yang menewaskan puluhan wisatawan yang sedang asyik berendam. Namun cerita kelam itu, seakan sudah terlupakan. Sejak setahun terakhir, lokasi ini justru lebih diminati dibandingkan sebelum musibah itu menimpa lokasi ini.

Bukan tanpa alasan kenapa para wisatawan saat ini justru lebih merasa nyaman di lokasi ini. Relokasi kolam dan perbaikan sejumlah fasilitas, mampu mengubah citra seram. Bahkan kini, kenyamanan dan keamanan wisatawan menjadi prioritas pengelola, yakni Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Mojokerto.

Sederetan upaya juga dilakukan untuk menarik simpati wisatawan. Salah satunya adalah rasa aman dari longsor, yang pernah menjadi sejarah buruk bagi warga desa setempat. "Saat ini, kami memberi jaminan jika tak akan ada korban tanah longsor lagi di tempat wisata ini," sebut Naib, Koordinator Wisata Air Panas dari Dispora Kabupaten Mojokerto.

Jaminan itu tak hanya isapan jempol. Kini pengelola menempatkan lokasi kolam, baik kolam air panas maupun dingin, jauh dari aliran sungai, yang saat itu menjadi "jalan" longsoran tanah dari Gunung Welirang. Selain itu, upaya penanaman hutan kembali, menjadi satu jaminan jika lokasi ini terbebas dari banjir dan tanah longsor.

Bagi mereka yang hobi menikmati alam pegunungan dengan kemping di lokasi ini juga tersedia bumi perkemahan. Karena lokasi yang luas dan aman, tempat ini kerap menjadi tujuan para pecinta alam untuk menikmati liburan di dalam tenda.
Hutan yang telah bebas dari binatang buas, juga menciptakan rasa aman tersendiri.

Tak cukup sampai di situ, wisatawan juga akan terpuaskan dengan beragam oleh-oleh khas Pacet di lokasi ini. Wisata belanja agrobisnis, tersaji di deretan jalan, lengkap dengan produk-produk pertanian unggulan dengan berbagai olahan. Seperti keripik ketela, hingga beragam sayur-mayur organik.

Puas dengan wisata air panas, pengunjung juga bisa menikmati objek wisata lainnya yang hanya berjarak sekitar 200 meter, berupa wisata air terjun. Dengan medan yang cukup menantang dan berada di bagian bawah lokasi air panas, pengunjung bisa menikmati indahnya air tejun Coban Canggu. Dengan harga tiket Rp2.500 per orang, pengunjung bisa sepuasnya menikmati air terjun dengan ketinggian sekitar 70 meter ini.

Bagi wisatawan luar kota yang ingin berlama-lama di lokasi wisata ini, tak perlu dipusingkan dengan tempat menginap. Deretan hotel berbagai kelas siap menampung para wisatawan. Atau bagi mereka yang traveling bersama keluarga, bisa memilih satu dari puluhan vila yang disewakan. Harganya pun cukup terjangkau. Mulai Rp250.000 hingga Rp750.000 per malam.
(sindo//tty) sumber:okezone.com

Candi Tikus Mojokerto


Sabtu, 31 Januari 2009 - 10:52 wib


MOJOKERTO
, salah satu kota di Jawa Timur yang memiliki kekayaan wisata beragam. Di kota tempat berdirinya Kerajaan Majapahit itu, wisatawan akan disuguhi wisata alam dan sejarah yang berpadu.

Wisata alam menjadi salah satu alternatif bagi para pelancong untuk sekadar melepas penat atau mengisi hari libur. Tepatnya di Kecamatan Pacet, beraneka ragam suguhan wisata pegunungan disajikan. Dengan hawa yang dingin dan terbebas dari hiruk-pikuk, mampu menciptakan suasana tenang.

Di kecamatan yang berjarak sekitar 30 kilometer dari jantung kota itu, beberapa objek wisata alam bisa ditemukan. Mulai wisata air, agrobisnis, kuliner hingga pemadangan hamparan gunung yang menyejukkan mata. Semuanya, disajikan tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam.

Salah satu objek wisata yang menjadi andalan adalah kawasan wisata air panas, tepatnya berada di Desa Padusan Kecamatan Pacet. Tak hanya pemandian air panas yang disajikan, bagi mereka yang sekadar ingin berenang di air dingin, tepat jika memilih lokasi ini. Tentunya, kejernihan dan kemurnian air kolam menjadi jaminan kepuasan wisatawan.

Untuk bisa menikmati suguhan wisata air panas dan dingin ini, wisatawan hanya butuh mengeluarkan kocek sebesar Rp3.500 untuk tiket masuk. Ongkos sebesar ini, hanya untuk menikmati pemandangan pegunungan di lokasi wisata Padusan.
Selebihnya, jika wisatawan menginginkan wisata air panas dan dingin, hanya perlu menambah tiket masuk lokasi sebesar Rp2.500 per orang.

Wisata air panas Padusan, menjadi andalan wisata di Kabupaten Mojokerto. Tak hanya wisatawan dalam kota yang kerap menikmati air panas alami yang berkhasiat itu. Tak jarang, wisatawan dari luar kota, dan bahkan mancanegara, sudi singgah di lokasi wisata yang menjadi ikon wisata di Kabupaten Mojokerto ini.

Beberapa alasan yang menjadikan lokasi wisata ini menjadi wisata favorit adalah keunikan air panas yang ditampung di lima kolam itu. Selain murni dari pegunungan, khasiat menjadi obat penyakit kulit, kerap kali jadi alasan wisatawan untuk mengunjungi lokasi ini. Lantaran itu, ramainya para wisatawan tak dibatasi hanya hari libur.

Tahun 2002 lalu, lokasi ini sempat mati suri. Menyusul bencana tanah longsor yang menewaskan puluhan wisatawan yang sedang asyik berendam. Namun cerita kelam itu, seakan sudah terlupakan. Sejak setahun terakhir, lokasi ini justru lebih diminati dibandingkan sebelum musibah itu menimpa lokasi ini.

Bukan tanpa alasan kenapa para wisatawan saat ini justru lebih merasa nyaman di lokasi ini. Relokasi kolam dan perbaikan sejumlah fasilitas, mampu mengubah citra seram. Bahkan kini, kenyamanan dan keamanan wisatawan menjadi prioritas pengelola, yakni Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Mojokerto.

Sederetan upaya juga dilakukan untuk menarik simpati wisatawan. Salah satunya adalah rasa aman dari longsor, yang pernah menjadi sejarah buruk bagi warga desa setempat. "Saat ini, kami memberi jaminan jika tak akan ada korban tanah longsor lagi di tempat wisata ini," sebut Naib, Koordinator Wisata Air Panas dari Dispora Kabupaten Mojokerto.

Jaminan itu tak hanya isapan jempol. Kini pengelola menempatkan lokasi kolam, baik kolam air panas maupun dingin, jauh dari aliran sungai, yang saat itu menjadi "jalan" longsoran tanah dari Gunung Welirang. Selain itu, upaya penanaman hutan kembali, menjadi satu jaminan jika lokasi ini terbebas dari banjir dan tanah longsor.

Bagi mereka yang hobi menikmati alam pegunungan dengan kemping di lokasi ini juga tersedia bumi perkemahan. Karena lokasi yang luas dan aman, tempat ini kerap menjadi tujuan para pecinta alam untuk menikmati liburan di dalam tenda.
Hutan yang telah bebas dari binatang buas, juga menciptakan rasa aman tersendiri.

Tak cukup sampai di situ, wisatawan juga akan terpuaskan dengan beragam oleh-oleh khas Pacet di lokasi ini. Wisata belanja agrobisnis, tersaji di deretan jalan, lengkap dengan produk-produk pertanian unggulan dengan berbagai olahan. Seperti keripik ketela, hingga beragam sayur-mayur organik.

Puas dengan wisata air panas, pengunjung juga bisa menikmati objek wisata lainnya yang hanya berjarak sekitar 200 meter, berupa wisata air terjun. Dengan medan yang cukup menantang dan berada di bagian bawah lokasi air panas, pengunjung bisa menikmati indahnya air tejun Coban Canggu. Dengan harga tiket Rp2.500 per orang, pengunjung bisa sepuasnya menikmati air terjun dengan ketinggian sekitar 70 meter ini.

Bagi wisatawan luar kota yang ingin berlama-lama di lokasi wisata ini, tak perlu dipusingkan dengan tempat menginap. Deretan hotel berbagai kelas siap menampung para wisatawan. Atau bagi mereka yang traveling bersama keluarga, bisa memilih satu dari puluhan vila yang disewakan. Harganya pun cukup terjangkau. Mulai Rp250.000 hingga Rp750.000 per malam.
(sindo//tty) sumber:okezone.com

Candi Tikus Mojokerto


Sabtu, 31 Januari 2009 - 10:52 wib


MOJOKERTO
, salah satu kota di Jawa Timur yang memiliki kekayaan wisata beragam. Di kota tempat berdirinya Kerajaan Majapahit itu, wisatawan akan disuguhi wisata alam dan sejarah yang berpadu.

Wisata alam menjadi salah satu alternatif bagi para pelancong untuk sekadar melepas penat atau mengisi hari libur. Tepatnya di Kecamatan Pacet, beraneka ragam suguhan wisata pegunungan disajikan. Dengan hawa yang dingin dan terbebas dari hiruk-pikuk, mampu menciptakan suasana tenang.

Di kecamatan yang berjarak sekitar 30 kilometer dari jantung kota itu, beberapa objek wisata alam bisa ditemukan. Mulai wisata air, agrobisnis, kuliner hingga pemadangan hamparan gunung yang menyejukkan mata. Semuanya, disajikan tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam.

Salah satu objek wisata yang menjadi andalan adalah kawasan wisata air panas, tepatnya berada di Desa Padusan Kecamatan Pacet. Tak hanya pemandian air panas yang disajikan, bagi mereka yang sekadar ingin berenang di air dingin, tepat jika memilih lokasi ini. Tentunya, kejernihan dan kemurnian air kolam menjadi jaminan kepuasan wisatawan.

Untuk bisa menikmati suguhan wisata air panas dan dingin ini, wisatawan hanya butuh mengeluarkan kocek sebesar Rp3.500 untuk tiket masuk. Ongkos sebesar ini, hanya untuk menikmati pemandangan pegunungan di lokasi wisata Padusan.
Selebihnya, jika wisatawan menginginkan wisata air panas dan dingin, hanya perlu menambah tiket masuk lokasi sebesar Rp2.500 per orang.

Wisata air panas Padusan, menjadi andalan wisata di Kabupaten Mojokerto. Tak hanya wisatawan dalam kota yang kerap menikmati air panas alami yang berkhasiat itu. Tak jarang, wisatawan dari luar kota, dan bahkan mancanegara, sudi singgah di lokasi wisata yang menjadi ikon wisata di Kabupaten Mojokerto ini.

Beberapa alasan yang menjadikan lokasi wisata ini menjadi wisata favorit adalah keunikan air panas yang ditampung di lima kolam itu. Selain murni dari pegunungan, khasiat menjadi obat penyakit kulit, kerap kali jadi alasan wisatawan untuk mengunjungi lokasi ini. Lantaran itu, ramainya para wisatawan tak dibatasi hanya hari libur.

Tahun 2002 lalu, lokasi ini sempat mati suri. Menyusul bencana tanah longsor yang menewaskan puluhan wisatawan yang sedang asyik berendam. Namun cerita kelam itu, seakan sudah terlupakan. Sejak setahun terakhir, lokasi ini justru lebih diminati dibandingkan sebelum musibah itu menimpa lokasi ini.

Bukan tanpa alasan kenapa para wisatawan saat ini justru lebih merasa nyaman di lokasi ini. Relokasi kolam dan perbaikan sejumlah fasilitas, mampu mengubah citra seram. Bahkan kini, kenyamanan dan keamanan wisatawan menjadi prioritas pengelola, yakni Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Mojokerto.

Sederetan upaya juga dilakukan untuk menarik simpati wisatawan. Salah satunya adalah rasa aman dari longsor, yang pernah menjadi sejarah buruk bagi warga desa setempat. "Saat ini, kami memberi jaminan jika tak akan ada korban tanah longsor lagi di tempat wisata ini," sebut Naib, Koordinator Wisata Air Panas dari Dispora Kabupaten Mojokerto.

Jaminan itu tak hanya isapan jempol. Kini pengelola menempatkan lokasi kolam, baik kolam air panas maupun dingin, jauh dari aliran sungai, yang saat itu menjadi "jalan" longsoran tanah dari Gunung Welirang. Selain itu, upaya penanaman hutan kembali, menjadi satu jaminan jika lokasi ini terbebas dari banjir dan tanah longsor.

Bagi mereka yang hobi menikmati alam pegunungan dengan kemping di lokasi ini juga tersedia bumi perkemahan. Karena lokasi yang luas dan aman, tempat ini kerap menjadi tujuan para pecinta alam untuk menikmati liburan di dalam tenda.
Hutan yang telah bebas dari binatang buas, juga menciptakan rasa aman tersendiri.

Tak cukup sampai di situ, wisatawan juga akan terpuaskan dengan beragam oleh-oleh khas Pacet di lokasi ini. Wisata belanja agrobisnis, tersaji di deretan jalan, lengkap dengan produk-produk pertanian unggulan dengan berbagai olahan. Seperti keripik ketela, hingga beragam sayur-mayur organik.

Puas dengan wisata air panas, pengunjung juga bisa menikmati objek wisata lainnya yang hanya berjarak sekitar 200 meter, berupa wisata air terjun. Dengan medan yang cukup menantang dan berada di bagian bawah lokasi air panas, pengunjung bisa menikmati indahnya air tejun Coban Canggu. Dengan harga tiket Rp2.500 per orang, pengunjung bisa sepuasnya menikmati air terjun dengan ketinggian sekitar 70 meter ini.

Bagi wisatawan luar kota yang ingin berlama-lama di lokasi wisata ini, tak perlu dipusingkan dengan tempat menginap. Deretan hotel berbagai kelas siap menampung para wisatawan. Atau bagi mereka yang traveling bersama keluarga, bisa memilih satu dari puluhan vila yang disewakan. Harganya pun cukup terjangkau. Mulai Rp250.000 hingga Rp750.000 per malam.
(sindo//tty) sumber:okezone.com

Jumat, 09 April 2010

Kisah Roman Si Gadis Pramusaji






Jumat, 9 April 2010 | 00:29 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Inilah sebuah cerita komedi romantis seorang pramusaji. Misaki Ayuzawa, gadis itu, memang bukan pramusaji biasa. Ia adalah siswi sekolah menengah atas yang menjabat presiden organisasi siswa di sekolahnya. Reputasinya cukup terpandang. Ia tergolong siswi yang tangguh, cerdas, dan tegas. Di lain waktu, ia memilih bekerja paruh waktu sebagai pramusaji di Maid Cafe, di mana semua pramusaji berkostum ala pelayan/pembantu (maid).


Sial bagi Misaki, ia kepergok Takumi Usui, siswa paling populer di sekolahnya. Misaki yakin, peristiwa ini akan menjadi "malapetaka" buatnya. Rahasia yang selama ini ditutupinya bakalan terbongkar. Dugaan Misaki ternyata meleset. Takumi memang merahasiakannya, tetapi ia mengejek Misaki tanpa ampun. Kebencian pun menyala di kepala Misaki, tetapi lambat laun percik-percik asmara justru malah tumbuh di hatinya.

Kisah roman sepasang muda-mudi inilah yang disodorkan Animax lewat serial anime terbarunya, Maid Sama!. Sejak 4 April lalu, serial anime mulai diputar menyapa pemirsa Animax dan akan ditayangkan setiap Minggu pukul 19.30.

Maid Sama! adalah serial anime ke-4 yang ditayangkan Animax. Sebelumnya, Animax menayangkan Tears to Tiara, Fullmetal Alchemist Brotherhood, dan Inuyasha–The Final Act pada Oktober 2009.

Maid Sama! diadaptasi dari serial manga dengan judul sama karya Hiro Fujiwara. Hiro pernah memenangi penghargaan “Debut Terbaik” di ajang Athena Newcomers Awards ke-31 di Jepang. Serial manga ini telah mencuri perhatian penikmatnya dan telah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Selain di Jepang, serial ini juga diminati penggemar anime di Amerika Serikat, Taiwan, dan Hongkong.

Maid Sama! diproduseri oleh JC Staff, studio anime yang menghasilkan berbagai hit anime, termasuk di antaranya Nodame Cantabile dan Shakugan no Shana. Tokoh utama Takumi disulihsuarakan oleh Nobuhiko Okamoto, pemenang penghargaan aktor terbaik di Jepang pada Penghargaan Aktor Pengisi Suara Tahunan ke-3 (Annual Seiyu Awards) tahun 2009 dan bintang serial anime sci-fi Chrome Shelled Regios.

Sosok Misaki diisi oleh suara Ayumi Fujimura, yang pernah memerankan serial anime fantasi Stigma of the Wind dan film anime terbaru Space Battleship Yamato Resurrection. (ANT/EH)

Kisah Roman Si Gadis Pramusaji






Jumat, 9 April 2010 | 00:29 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Inilah sebuah cerita komedi romantis seorang pramusaji. Misaki Ayuzawa, gadis itu, memang bukan pramusaji biasa. Ia adalah siswi sekolah menengah atas yang menjabat presiden organisasi siswa di sekolahnya. Reputasinya cukup terpandang. Ia tergolong siswi yang tangguh, cerdas, dan tegas. Di lain waktu, ia memilih bekerja paruh waktu sebagai pramusaji di Maid Cafe, di mana semua pramusaji berkostum ala pelayan/pembantu (maid).


Sial bagi Misaki, ia kepergok Takumi Usui, siswa paling populer di sekolahnya. Misaki yakin, peristiwa ini akan menjadi "malapetaka" buatnya. Rahasia yang selama ini ditutupinya bakalan terbongkar. Dugaan Misaki ternyata meleset. Takumi memang merahasiakannya, tetapi ia mengejek Misaki tanpa ampun. Kebencian pun menyala di kepala Misaki, tetapi lambat laun percik-percik asmara justru malah tumbuh di hatinya.

Kisah roman sepasang muda-mudi inilah yang disodorkan Animax lewat serial anime terbarunya, Maid Sama!. Sejak 4 April lalu, serial anime mulai diputar menyapa pemirsa Animax dan akan ditayangkan setiap Minggu pukul 19.30.

Maid Sama! adalah serial anime ke-4 yang ditayangkan Animax. Sebelumnya, Animax menayangkan Tears to Tiara, Fullmetal Alchemist Brotherhood, dan Inuyasha–The Final Act pada Oktober 2009.

Maid Sama! diadaptasi dari serial manga dengan judul sama karya Hiro Fujiwara. Hiro pernah memenangi penghargaan “Debut Terbaik” di ajang Athena Newcomers Awards ke-31 di Jepang. Serial manga ini telah mencuri perhatian penikmatnya dan telah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Selain di Jepang, serial ini juga diminati penggemar anime di Amerika Serikat, Taiwan, dan Hongkong.

Maid Sama! diproduseri oleh JC Staff, studio anime yang menghasilkan berbagai hit anime, termasuk di antaranya Nodame Cantabile dan Shakugan no Shana. Tokoh utama Takumi disulihsuarakan oleh Nobuhiko Okamoto, pemenang penghargaan aktor terbaik di Jepang pada Penghargaan Aktor Pengisi Suara Tahunan ke-3 (Annual Seiyu Awards) tahun 2009 dan bintang serial anime sci-fi Chrome Shelled Regios.

Sosok Misaki diisi oleh suara Ayumi Fujimura, yang pernah memerankan serial anime fantasi Stigma of the Wind dan film anime terbaru Space Battleship Yamato Resurrection. (ANT/EH)

Kisah Roman Si Gadis Pramusaji






Jumat, 9 April 2010 | 00:29 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Inilah sebuah cerita komedi romantis seorang pramusaji. Misaki Ayuzawa, gadis itu, memang bukan pramusaji biasa. Ia adalah siswi sekolah menengah atas yang menjabat presiden organisasi siswa di sekolahnya. Reputasinya cukup terpandang. Ia tergolong siswi yang tangguh, cerdas, dan tegas. Di lain waktu, ia memilih bekerja paruh waktu sebagai pramusaji di Maid Cafe, di mana semua pramusaji berkostum ala pelayan/pembantu (maid).


Sial bagi Misaki, ia kepergok Takumi Usui, siswa paling populer di sekolahnya. Misaki yakin, peristiwa ini akan menjadi "malapetaka" buatnya. Rahasia yang selama ini ditutupinya bakalan terbongkar. Dugaan Misaki ternyata meleset. Takumi memang merahasiakannya, tetapi ia mengejek Misaki tanpa ampun. Kebencian pun menyala di kepala Misaki, tetapi lambat laun percik-percik asmara justru malah tumbuh di hatinya.

Kisah roman sepasang muda-mudi inilah yang disodorkan Animax lewat serial anime terbarunya, Maid Sama!. Sejak 4 April lalu, serial anime mulai diputar menyapa pemirsa Animax dan akan ditayangkan setiap Minggu pukul 19.30.

Maid Sama! adalah serial anime ke-4 yang ditayangkan Animax. Sebelumnya, Animax menayangkan Tears to Tiara, Fullmetal Alchemist Brotherhood, dan Inuyasha–The Final Act pada Oktober 2009.

Maid Sama! diadaptasi dari serial manga dengan judul sama karya Hiro Fujiwara. Hiro pernah memenangi penghargaan “Debut Terbaik” di ajang Athena Newcomers Awards ke-31 di Jepang. Serial manga ini telah mencuri perhatian penikmatnya dan telah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Selain di Jepang, serial ini juga diminati penggemar anime di Amerika Serikat, Taiwan, dan Hongkong.

Maid Sama! diproduseri oleh JC Staff, studio anime yang menghasilkan berbagai hit anime, termasuk di antaranya Nodame Cantabile dan Shakugan no Shana. Tokoh utama Takumi disulihsuarakan oleh Nobuhiko Okamoto, pemenang penghargaan aktor terbaik di Jepang pada Penghargaan Aktor Pengisi Suara Tahunan ke-3 (Annual Seiyu Awards) tahun 2009 dan bintang serial anime sci-fi Chrome Shelled Regios.

Sosok Misaki diisi oleh suara Ayumi Fujimura, yang pernah memerankan serial anime fantasi Stigma of the Wind dan film anime terbaru Space Battleship Yamato Resurrection. (ANT/EH)

Sabtu, 13 Maret 2010

Tips & Trik Perawatan Sepeda Motor

Sepeda motor adalah sebuah mesin yang terbuat dari ribuan komponen. Secara umum, pengguna sepeda motor tentu berharap bisa mengendarainya untuk jangka panjang. Untuk itu pemilik sepeda motor harus memperhatikan perawatan mesin karena kondisi mesin sepeda motor juga tergantung dari pemeliharaan dan kebiasaan pemiliknya dalam mengendarai. Berikut ini tips dan trik tentang merawat mesin sepeda motor :
  • Pada umumnya setiap kerusakan pasti akan terdapat tanda-tanda terlebih dahulu kecuali jika terjadi hal-hal yang menyimpang misalnya kecelakaan. Untuk mengantisipasinya maka perhatikan apabila ada gejala yang tidak normal / tidak seperti biasanya pada sepeda motor Anda. Sikap demikian akan membantu dan memudahkan Anda untuk mendeteksi kerusakan lebih dini.
  • Apabila terjadi kerusakan mesin maka perbaikan tidak boleh ditunda lebih lama dengan kata lain harus segera diperbaiki. Namun ingat, jika Anda tidak punya cukup keahlian jangan sekali-sekali membongkar dan memperbaikinya seorang diri. Karena disamping buang waktu dan tenaga maka kerusakan bisa jadi akan tambah parah. Lebih baik segera Anda bawa ke bengkel.
  • Apabila sepeda motor Anda mengalami gejala kerusakan yang berturut-turut dan lebih dari satu sebab maka cara yang paling tepat adalah periksalah bagian-bagian yang mudah dicapai terlebih dahulu satu per satu baru kemudian ke bagian-bagian lain. Anda bisa membawanya ke bengkel dengan keterangan yang lengkap jadi akan memudahkan mekanik nya untuk memperbaikinya.
Apabila terjadi kerusakan kecil di jalan seperti kerusakan pada mur, baut, kabel-kabel, kebocoran bensin / oli yang tidak memerlukan pembongkaran mesin yang ruwet maka Anda bisa melakukan perbaikan sendiri. Akan tetapi jika kerusakan yang terjadi mengakibatkan patahnya komponen utama dan memerlukan pembongkaran mesin Anda harus membawanya ke bengkel service.

Tips & Trik Perawatan Sepeda Motor

Sepeda motor adalah sebuah mesin yang terbuat dari ribuan komponen. Secara umum, pengguna sepeda motor tentu berharap bisa mengendarainya untuk jangka panjang. Untuk itu pemilik sepeda motor harus memperhatikan perawatan mesin karena kondisi mesin sepeda motor juga tergantung dari pemeliharaan dan kebiasaan pemiliknya dalam mengendarai. Berikut ini tips dan trik tentang merawat mesin sepeda motor :
  • Pada umumnya setiap kerusakan pasti akan terdapat tanda-tanda terlebih dahulu kecuali jika terjadi hal-hal yang menyimpang misalnya kecelakaan. Untuk mengantisipasinya maka perhatikan apabila ada gejala yang tidak normal / tidak seperti biasanya pada sepeda motor Anda. Sikap demikian akan membantu dan memudahkan Anda untuk mendeteksi kerusakan lebih dini.
  • Apabila terjadi kerusakan mesin maka perbaikan tidak boleh ditunda lebih lama dengan kata lain harus segera diperbaiki. Namun ingat, jika Anda tidak punya cukup keahlian jangan sekali-sekali membongkar dan memperbaikinya seorang diri. Karena disamping buang waktu dan tenaga maka kerusakan bisa jadi akan tambah parah. Lebih baik segera Anda bawa ke bengkel.
  • Apabila sepeda motor Anda mengalami gejala kerusakan yang berturut-turut dan lebih dari satu sebab maka cara yang paling tepat adalah periksalah bagian-bagian yang mudah dicapai terlebih dahulu satu per satu baru kemudian ke bagian-bagian lain. Anda bisa membawanya ke bengkel dengan keterangan yang lengkap jadi akan memudahkan mekanik nya untuk memperbaikinya.
Apabila terjadi kerusakan kecil di jalan seperti kerusakan pada mur, baut, kabel-kabel, kebocoran bensin / oli yang tidak memerlukan pembongkaran mesin yang ruwet maka Anda bisa melakukan perbaikan sendiri. Akan tetapi jika kerusakan yang terjadi mengakibatkan patahnya komponen utama dan memerlukan pembongkaran mesin Anda harus membawanya ke bengkel service.

Tips & Trik Perawatan Sepeda Motor

Sepeda motor adalah sebuah mesin yang terbuat dari ribuan komponen. Secara umum, pengguna sepeda motor tentu berharap bisa mengendarainya untuk jangka panjang. Untuk itu pemilik sepeda motor harus memperhatikan perawatan mesin karena kondisi mesin sepeda motor juga tergantung dari pemeliharaan dan kebiasaan pemiliknya dalam mengendarai. Berikut ini tips dan trik tentang merawat mesin sepeda motor :
  • Pada umumnya setiap kerusakan pasti akan terdapat tanda-tanda terlebih dahulu kecuali jika terjadi hal-hal yang menyimpang misalnya kecelakaan. Untuk mengantisipasinya maka perhatikan apabila ada gejala yang tidak normal / tidak seperti biasanya pada sepeda motor Anda. Sikap demikian akan membantu dan memudahkan Anda untuk mendeteksi kerusakan lebih dini.
  • Apabila terjadi kerusakan mesin maka perbaikan tidak boleh ditunda lebih lama dengan kata lain harus segera diperbaiki. Namun ingat, jika Anda tidak punya cukup keahlian jangan sekali-sekali membongkar dan memperbaikinya seorang diri. Karena disamping buang waktu dan tenaga maka kerusakan bisa jadi akan tambah parah. Lebih baik segera Anda bawa ke bengkel.
  • Apabila sepeda motor Anda mengalami gejala kerusakan yang berturut-turut dan lebih dari satu sebab maka cara yang paling tepat adalah periksalah bagian-bagian yang mudah dicapai terlebih dahulu satu per satu baru kemudian ke bagian-bagian lain. Anda bisa membawanya ke bengkel dengan keterangan yang lengkap jadi akan memudahkan mekanik nya untuk memperbaikinya.
Apabila terjadi kerusakan kecil di jalan seperti kerusakan pada mur, baut, kabel-kabel, kebocoran bensin / oli yang tidak memerlukan pembongkaran mesin yang ruwet maka Anda bisa melakukan perbaikan sendiri. Akan tetapi jika kerusakan yang terjadi mengakibatkan patahnya komponen utama dan memerlukan pembongkaran mesin Anda harus membawanya ke bengkel service.

Sabtu, 27 Februari 2010

Wisata Sumenep Madura yang aduhai..




Tandus dan panas. Sepertinya itulah kesan pertama yang didapat para pelancong, begitu mendengar nama Pulau Madura disebut. Anggapan ini berlaku terutama bagi warga luar daerah yang belum pernah datang ke sana. Madura memang gambaran masyarakat bertemperamen keras, memiliki budaya karapan sapi dan carok . Tipologi tanah tandus dan udara panas itu, kian mengesankan Madura sebagai pulau yang tak punya pepohonan hijau dan panorama alam yang elok dipandang mata.

Anggapan tersebut tidak seutuhnya benar. Pulau terbesar di Provinsi Jawa Timur ini memang tandus dan panas. Namun, ini tak berarti Pulau Madura tidak memiliki potensi wisata yang mempesona. Bila tak percaya, datanglah ke daerah paling timur ”Pulau Garam”, tepatnya Kabupaten Sumenep. Daerah ini memiliki ragam objek wisata, khususnyai pantai dan kepulauan nan indah

Kabupaten Sumenep memiliki luas wilayah 2.000 kilometer persegi yang terbagi dua bagian, daratan seluas 1.147 kilometer persegi (17 kecamatan) dan kepulauan seluas 853 kilometer persegi. Jumlah pulau yang dimiliki sebanyak 76 buah dan luas perairan sekitar 50.000 kilometer persegi. Yang terakhir inilah yang menjadi primadona wisata Sumenep. Pulau-pulau kecil itu, bak untaian mutiara, merekat Indonesia menjadi negara kepulauan nan indah.

Deretan pulau di timur Pulau Madura bak gadis berbanjar menari ini disebut Kepulauan Kangean. Julukan tersebut karena barisan pulau yang paling besar adalah Kangean. Selain itu masih ada lagi Pulau Sapudi, Raas, Puteran, Genteng, Gili Iyang, dan Pulau Raja. Pemerintah Kabupaten Sumenep menyebut kawasan kepulauan tersebut sebagai objek wisata Island Resort.

Objek wisata itu menawarkan birunya laut yang jernih, lekuk pantai dan terumbu karang yang sudah mati menjadi batuan, serta kesunyian yang menenangkan. Semua itu bisa dinikmati dengan biaya relatif murah. Menjelajah kepulauan tersebut tidaklah sulit. Karena puluhan kapal angkutan penumpang bisa mengantarkan kaum pelancong ke sana setiap saat. Kapal dan perahu itu bisa kita dapatkan di Pelabuhan Kalianget, sekitar 12 kilometer arah timur Kota Sumenep.

Kapal feri dari Kalianget menuju Pulau Sapudi dan Kangean, misalnya, dalam sehari terdapat empat kapal yang beroperasi pulang pergi (PP). Sekali naik tarifnya hanya Rp 5.000 per orang. Namun, jika pelancong akan mendatangi banyak kepulauan di sana, mereka bisa menyewa kapal sendiri. Tentu tarif menyewa kapal itu cukup besar, bisa Rp 1 juta sekali layar.

Dari Pelabuhan Kalianget, pulau-pulau yang menjadi tujuan kaum wistawan itu hanya cukup ditempuh empat jam pergi-pulang. Pada umumnya para pelancong tidak hanya sekadar menginjakkan kaki semata di pulau-pulau tersebut. Mereka acap melihat geliat warga kepulauan, panorama alam, dan mencari buah tangan. Yang unik dan menarik, buah tangan dari Pulau Kangean misalnya, adalah ayam bekisar dan ukiran kayu jati.

Ayam bekisar adalah hasil penyilangan antara ayam hutan (jantan) dan ayam kampung (betina). Jenis hasil penyilangan memiliki keturunan yang menarik. Tubuhnya lebih besar dari ukuran ayam kampung dan warna kulit hitam kebiru-biruan, malah kadang kemerah-merahan. Di bulu pada lehernya terdapat lurik warna hijau berpadu kekuning-kuningan. Eksotik.

Keelokannya fauna inilah yang kemudian mendorongnya ditetapkan sebagai maskot Pemerintah Provinsi Jatim. Harga seekor ayam bekisar di Kangean hanya Rp 25-35 ribu. Namun bila ayam itu sudah berada di Surabaya, harganya pun bisa mencapai Rp 100 ribu lebih. ”Biasanya pelancong suka datang di Kangean membawa oleh-oleh ayam bekisar,” masih papar petugas pelabuhan. Namun mereka lebih banyak menikmati panorama alam pulau-pulau tersebut.

Di Taman Laut Pulau Mamburit, pelancong bisa menikmati taman laut yang beragam dan masih asli. Di tempat ini, wisatawan yang berhobi menyelam bisa sepuasnya menikmati dasar laut. Dengan dukungan angin yang cukup kuat dari kisaran Laut Jawa, pantai ini secara kontinyu dipergunakan wind surfing berskala nasional maupun internasional.

Panorama serupa juga terdapat di Taman Laut Pulau Gililabak. Pulau Gililabak terletak di sebelah tenggara Pelabuhan Kalianget, di antara Pulau Giligenting dan Pulau Puteran. Perjalanan menuju pulau ini bisa ditempuh sekitar satu jam, dengan memakai perahu motor melewati sela-sela bagan penangkapan ikan. Taman laut ini juga acap dijadikan ajang olahraga bahari, selam dasar (snorkling/diving) dan selam profesional (scuba diving).

Berwisata di Sumenep tentu tidak bisa ditempuh hanya sehari. Sebab pelancong harus menyusuri laut menuju deretan kepulauan ini. Setelah lelah naik kapal menyusuri kepulauan, pelancong bisa beristirahat di sejumlah penginapan dan hotel di Kota Sumenep. Kemudian bisa melanjutkan menikmati wisata darat, yakni Masjid Agung, Keraton (keduanya berada dalam kota), situs Asta Tinggi, Pantai Slopeng, dan Pantai Lombang.

Khusus untuk objek wisata pantai, selama ini yang acap didatangi pelancong adalah Pantai Lombang. Pantai ini terletak di Desa Lombang, Kecamatan Batang-batang, sekitar 30 kilometer arah selatan Kota Sumenep. Di sepanjang perjalanan dari Sumenep menuju Lombang, mata pelancong akan disapa oleh gugusan gunung kapur dan tanah merah yang tandus.

Di hari libur objek wisata ini didatangi banyak pengunjung. Ia memiliki hamparan pasir putih sepanjang 12 kilometer. Pada pinggiran hamparan pasir berhiaskan tumbuhan pohon ”cemara udang” sebagai tanaman yang hanya ada di Indonesia dan Cina, sehingga membuat teduh dan nyaman pantai itu. Semua objek wisata di Sumenep ini terbilang masih alami. Belum mendapat sentuhan secara optimal sebagai tempat wisata. (rn / http://www.resep.web.id)

Wisata Sumenep Madura yang aduhai..




Tandus dan panas. Sepertinya itulah kesan pertama yang didapat para pelancong, begitu mendengar nama Pulau Madura disebut. Anggapan ini berlaku terutama bagi warga luar daerah yang belum pernah datang ke sana. Madura memang gambaran masyarakat bertemperamen keras, memiliki budaya karapan sapi dan carok . Tipologi tanah tandus dan udara panas itu, kian mengesankan Madura sebagai pulau yang tak punya pepohonan hijau dan panorama alam yang elok dipandang mata.

Anggapan tersebut tidak seutuhnya benar. Pulau terbesar di Provinsi Jawa Timur ini memang tandus dan panas. Namun, ini tak berarti Pulau Madura tidak memiliki potensi wisata yang mempesona. Bila tak percaya, datanglah ke daerah paling timur ”Pulau Garam”, tepatnya Kabupaten Sumenep. Daerah ini memiliki ragam objek wisata, khususnyai pantai dan kepulauan nan indah

Kabupaten Sumenep memiliki luas wilayah 2.000 kilometer persegi yang terbagi dua bagian, daratan seluas 1.147 kilometer persegi (17 kecamatan) dan kepulauan seluas 853 kilometer persegi. Jumlah pulau yang dimiliki sebanyak 76 buah dan luas perairan sekitar 50.000 kilometer persegi. Yang terakhir inilah yang menjadi primadona wisata Sumenep. Pulau-pulau kecil itu, bak untaian mutiara, merekat Indonesia menjadi negara kepulauan nan indah.

Deretan pulau di timur Pulau Madura bak gadis berbanjar menari ini disebut Kepulauan Kangean. Julukan tersebut karena barisan pulau yang paling besar adalah Kangean. Selain itu masih ada lagi Pulau Sapudi, Raas, Puteran, Genteng, Gili Iyang, dan Pulau Raja. Pemerintah Kabupaten Sumenep menyebut kawasan kepulauan tersebut sebagai objek wisata Island Resort.

Objek wisata itu menawarkan birunya laut yang jernih, lekuk pantai dan terumbu karang yang sudah mati menjadi batuan, serta kesunyian yang menenangkan. Semua itu bisa dinikmati dengan biaya relatif murah. Menjelajah kepulauan tersebut tidaklah sulit. Karena puluhan kapal angkutan penumpang bisa mengantarkan kaum pelancong ke sana setiap saat. Kapal dan perahu itu bisa kita dapatkan di Pelabuhan Kalianget, sekitar 12 kilometer arah timur Kota Sumenep.

Kapal feri dari Kalianget menuju Pulau Sapudi dan Kangean, misalnya, dalam sehari terdapat empat kapal yang beroperasi pulang pergi (PP). Sekali naik tarifnya hanya Rp 5.000 per orang. Namun, jika pelancong akan mendatangi banyak kepulauan di sana, mereka bisa menyewa kapal sendiri. Tentu tarif menyewa kapal itu cukup besar, bisa Rp 1 juta sekali layar.

Dari Pelabuhan Kalianget, pulau-pulau yang menjadi tujuan kaum wistawan itu hanya cukup ditempuh empat jam pergi-pulang. Pada umumnya para pelancong tidak hanya sekadar menginjakkan kaki semata di pulau-pulau tersebut. Mereka acap melihat geliat warga kepulauan, panorama alam, dan mencari buah tangan. Yang unik dan menarik, buah tangan dari Pulau Kangean misalnya, adalah ayam bekisar dan ukiran kayu jati.

Ayam bekisar adalah hasil penyilangan antara ayam hutan (jantan) dan ayam kampung (betina). Jenis hasil penyilangan memiliki keturunan yang menarik. Tubuhnya lebih besar dari ukuran ayam kampung dan warna kulit hitam kebiru-biruan, malah kadang kemerah-merahan. Di bulu pada lehernya terdapat lurik warna hijau berpadu kekuning-kuningan. Eksotik.

Keelokannya fauna inilah yang kemudian mendorongnya ditetapkan sebagai maskot Pemerintah Provinsi Jatim. Harga seekor ayam bekisar di Kangean hanya Rp 25-35 ribu. Namun bila ayam itu sudah berada di Surabaya, harganya pun bisa mencapai Rp 100 ribu lebih. ”Biasanya pelancong suka datang di Kangean membawa oleh-oleh ayam bekisar,” masih papar petugas pelabuhan. Namun mereka lebih banyak menikmati panorama alam pulau-pulau tersebut.

Di Taman Laut Pulau Mamburit, pelancong bisa menikmati taman laut yang beragam dan masih asli. Di tempat ini, wisatawan yang berhobi menyelam bisa sepuasnya menikmati dasar laut. Dengan dukungan angin yang cukup kuat dari kisaran Laut Jawa, pantai ini secara kontinyu dipergunakan wind surfing berskala nasional maupun internasional.

Panorama serupa juga terdapat di Taman Laut Pulau Gililabak. Pulau Gililabak terletak di sebelah tenggara Pelabuhan Kalianget, di antara Pulau Giligenting dan Pulau Puteran. Perjalanan menuju pulau ini bisa ditempuh sekitar satu jam, dengan memakai perahu motor melewati sela-sela bagan penangkapan ikan. Taman laut ini juga acap dijadikan ajang olahraga bahari, selam dasar (snorkling/diving) dan selam profesional (scuba diving).

Berwisata di Sumenep tentu tidak bisa ditempuh hanya sehari. Sebab pelancong harus menyusuri laut menuju deretan kepulauan ini. Setelah lelah naik kapal menyusuri kepulauan, pelancong bisa beristirahat di sejumlah penginapan dan hotel di Kota Sumenep. Kemudian bisa melanjutkan menikmati wisata darat, yakni Masjid Agung, Keraton (keduanya berada dalam kota), situs Asta Tinggi, Pantai Slopeng, dan Pantai Lombang.

Khusus untuk objek wisata pantai, selama ini yang acap didatangi pelancong adalah Pantai Lombang. Pantai ini terletak di Desa Lombang, Kecamatan Batang-batang, sekitar 30 kilometer arah selatan Kota Sumenep. Di sepanjang perjalanan dari Sumenep menuju Lombang, mata pelancong akan disapa oleh gugusan gunung kapur dan tanah merah yang tandus.

Di hari libur objek wisata ini didatangi banyak pengunjung. Ia memiliki hamparan pasir putih sepanjang 12 kilometer. Pada pinggiran hamparan pasir berhiaskan tumbuhan pohon ”cemara udang” sebagai tanaman yang hanya ada di Indonesia dan Cina, sehingga membuat teduh dan nyaman pantai itu. Semua objek wisata di Sumenep ini terbilang masih alami. Belum mendapat sentuhan secara optimal sebagai tempat wisata. (rn / http://www.resep.web.id)

Wisata Sumenep Madura yang aduhai..




Tandus dan panas. Sepertinya itulah kesan pertama yang didapat para pelancong, begitu mendengar nama Pulau Madura disebut. Anggapan ini berlaku terutama bagi warga luar daerah yang belum pernah datang ke sana. Madura memang gambaran masyarakat bertemperamen keras, memiliki budaya karapan sapi dan carok . Tipologi tanah tandus dan udara panas itu, kian mengesankan Madura sebagai pulau yang tak punya pepohonan hijau dan panorama alam yang elok dipandang mata.

Anggapan tersebut tidak seutuhnya benar. Pulau terbesar di Provinsi Jawa Timur ini memang tandus dan panas. Namun, ini tak berarti Pulau Madura tidak memiliki potensi wisata yang mempesona. Bila tak percaya, datanglah ke daerah paling timur ”Pulau Garam”, tepatnya Kabupaten Sumenep. Daerah ini memiliki ragam objek wisata, khususnyai pantai dan kepulauan nan indah

Kabupaten Sumenep memiliki luas wilayah 2.000 kilometer persegi yang terbagi dua bagian, daratan seluas 1.147 kilometer persegi (17 kecamatan) dan kepulauan seluas 853 kilometer persegi. Jumlah pulau yang dimiliki sebanyak 76 buah dan luas perairan sekitar 50.000 kilometer persegi. Yang terakhir inilah yang menjadi primadona wisata Sumenep. Pulau-pulau kecil itu, bak untaian mutiara, merekat Indonesia menjadi negara kepulauan nan indah.

Deretan pulau di timur Pulau Madura bak gadis berbanjar menari ini disebut Kepulauan Kangean. Julukan tersebut karena barisan pulau yang paling besar adalah Kangean. Selain itu masih ada lagi Pulau Sapudi, Raas, Puteran, Genteng, Gili Iyang, dan Pulau Raja. Pemerintah Kabupaten Sumenep menyebut kawasan kepulauan tersebut sebagai objek wisata Island Resort.

Objek wisata itu menawarkan birunya laut yang jernih, lekuk pantai dan terumbu karang yang sudah mati menjadi batuan, serta kesunyian yang menenangkan. Semua itu bisa dinikmati dengan biaya relatif murah. Menjelajah kepulauan tersebut tidaklah sulit. Karena puluhan kapal angkutan penumpang bisa mengantarkan kaum pelancong ke sana setiap saat. Kapal dan perahu itu bisa kita dapatkan di Pelabuhan Kalianget, sekitar 12 kilometer arah timur Kota Sumenep.

Kapal feri dari Kalianget menuju Pulau Sapudi dan Kangean, misalnya, dalam sehari terdapat empat kapal yang beroperasi pulang pergi (PP). Sekali naik tarifnya hanya Rp 5.000 per orang. Namun, jika pelancong akan mendatangi banyak kepulauan di sana, mereka bisa menyewa kapal sendiri. Tentu tarif menyewa kapal itu cukup besar, bisa Rp 1 juta sekali layar.

Dari Pelabuhan Kalianget, pulau-pulau yang menjadi tujuan kaum wistawan itu hanya cukup ditempuh empat jam pergi-pulang. Pada umumnya para pelancong tidak hanya sekadar menginjakkan kaki semata di pulau-pulau tersebut. Mereka acap melihat geliat warga kepulauan, panorama alam, dan mencari buah tangan. Yang unik dan menarik, buah tangan dari Pulau Kangean misalnya, adalah ayam bekisar dan ukiran kayu jati.

Ayam bekisar adalah hasil penyilangan antara ayam hutan (jantan) dan ayam kampung (betina). Jenis hasil penyilangan memiliki keturunan yang menarik. Tubuhnya lebih besar dari ukuran ayam kampung dan warna kulit hitam kebiru-biruan, malah kadang kemerah-merahan. Di bulu pada lehernya terdapat lurik warna hijau berpadu kekuning-kuningan. Eksotik.

Keelokannya fauna inilah yang kemudian mendorongnya ditetapkan sebagai maskot Pemerintah Provinsi Jatim. Harga seekor ayam bekisar di Kangean hanya Rp 25-35 ribu. Namun bila ayam itu sudah berada di Surabaya, harganya pun bisa mencapai Rp 100 ribu lebih. ”Biasanya pelancong suka datang di Kangean membawa oleh-oleh ayam bekisar,” masih papar petugas pelabuhan. Namun mereka lebih banyak menikmati panorama alam pulau-pulau tersebut.

Di Taman Laut Pulau Mamburit, pelancong bisa menikmati taman laut yang beragam dan masih asli. Di tempat ini, wisatawan yang berhobi menyelam bisa sepuasnya menikmati dasar laut. Dengan dukungan angin yang cukup kuat dari kisaran Laut Jawa, pantai ini secara kontinyu dipergunakan wind surfing berskala nasional maupun internasional.

Panorama serupa juga terdapat di Taman Laut Pulau Gililabak. Pulau Gililabak terletak di sebelah tenggara Pelabuhan Kalianget, di antara Pulau Giligenting dan Pulau Puteran. Perjalanan menuju pulau ini bisa ditempuh sekitar satu jam, dengan memakai perahu motor melewati sela-sela bagan penangkapan ikan. Taman laut ini juga acap dijadikan ajang olahraga bahari, selam dasar (snorkling/diving) dan selam profesional (scuba diving).

Berwisata di Sumenep tentu tidak bisa ditempuh hanya sehari. Sebab pelancong harus menyusuri laut menuju deretan kepulauan ini. Setelah lelah naik kapal menyusuri kepulauan, pelancong bisa beristirahat di sejumlah penginapan dan hotel di Kota Sumenep. Kemudian bisa melanjutkan menikmati wisata darat, yakni Masjid Agung, Keraton (keduanya berada dalam kota), situs Asta Tinggi, Pantai Slopeng, dan Pantai Lombang.

Khusus untuk objek wisata pantai, selama ini yang acap didatangi pelancong adalah Pantai Lombang. Pantai ini terletak di Desa Lombang, Kecamatan Batang-batang, sekitar 30 kilometer arah selatan Kota Sumenep. Di sepanjang perjalanan dari Sumenep menuju Lombang, mata pelancong akan disapa oleh gugusan gunung kapur dan tanah merah yang tandus.

Di hari libur objek wisata ini didatangi banyak pengunjung. Ia memiliki hamparan pasir putih sepanjang 12 kilometer. Pada pinggiran hamparan pasir berhiaskan tumbuhan pohon ”cemara udang” sebagai tanaman yang hanya ada di Indonesia dan Cina, sehingga membuat teduh dan nyaman pantai itu. Semua objek wisata di Sumenep ini terbilang masih alami. Belum mendapat sentuhan secara optimal sebagai tempat wisata. (rn / http://www.resep.web.id)

Jumat, 26 Februari 2010

Masyarakat Bisa Jadi Korban


Info : http://m.kompas.com/news/read/data/2010.01.11.03360346

Pemberlakuan sebagian Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan harus ditunda karena prasarana dan sarana pelaksanaan undang-undang tersebut belum siap. Jika pemerintah tetap memberlakukan, masyarakat akan menjadi korban.

Ahli hukum pidana Prof Dr Indriyanto Seno Aji mengemukakan pendapat tersebut, Minggu (10/1) di Jakarta, karena menilai prasarana dan sarana pelaksanaan undang-undang itu belum siap.

”Siapkan dulu sistem, prasarana, dan sarana berkait pelaksanaan undang-undang itu secara matang. Jika tidak, publik, masyarakat akan bingung lalu mereka akan menjadi korban undang-undang,” katanya.

Ia melihat persiapan pelaksanaan undang-undang tersebut juga belum bisa mengikat secara nasional sehingga dikhawatirkan malah menimbulkan kecurigaan akan muncul implikasi korupsi atau suap seperti selama ini terjadi di jalanan. Publik akan menjadi korban kondisi ini, sebab dengan alasan UU belok kiri tidak boleh langsung, pengendara bisa ditindak, padahal rambunya belum ada.

”Departemen teknis atau lembaga bersangkutan, seperti Polri, harus meminta penundaan beberapa pasal tertentu kepada pemerintah lewat penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau perppu,” usul Indriyanto.

UU Lalu lintas yang berlaku sejak diundangkan pada 22 Juni 2009 untuk menggantikan UU No 14/1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan memiliki 326 pasal yang memuat jauh lebih banyak aturan, di antaranya 44 pasal pidana. Pemerintah kini sedang menyelesaikan 600 pasal di peraturan pemerintah pelaksanaan UU Lalu Lintas 2009.

Pasal pidana pada UU baru itu tak hanya mengancam pengemudi kendaraan pelanggar aturan, tetapi juga siap menghukum penyelenggara jalan, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum atau dinas pekerjaan umum sesuai kelas jalan.

Indriyanto heran, mengapa begitu banyak pasal, apalagi keberadaan pasal pidana. Padahal, pelanggaran administratif semacam itu seharusnya hanya perlu sanksi administratif, seperti peringatan sampai pencabutan SIM atau denda uang. Namun, jika kesalahan berupa kelalaian, itu masuk ranah hukum pidana.

Ia mengimbau polisi dan instansi berkait membuat sistem pembayaran denda yang memudahkan masyarakat dan memperkecil celah korupsi. Sistem pembayaran denda langsung ke rekening pemerintah di bank akan menjadi solusi tepat.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Suroyo Alimoeso menegaskan, UU telah berlaku. Hal yang sama dikemukakan Wakil Direktur Lalu Lintas Markas Besar Polri Komisaris Besar Didik Purnomo. ”Pasal baru seperti larangan langsung belok kiri masih tahap sosialisasi, tetapi di Jakarta pelanggarnya tetap kena sanksi teguran walau masih selektif,” tutur Didik, akhir pekan lalu.

Lama sosialisasi untuk setiap wilayah berbeda sehingga pihaknya menyerahkan sepenuhnya soal itu kepada pejabat di wilayah masing-masing.

Didik menyatakan, pihaknya siap menegakkan peraturan sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang tersebut. Ditanya bagaimana dengan kondisi infrastruktur yang belum siap, ia menyerahkan keadaan itu kepada instansi yang terkait dengan bidang tersebut. Yang jelas, apabila ada instansi pemerintah tak melaksanakan UU tersebut, polisi akan tetap menindaknya.

”Penegakan hukum akan tetap kami lakukan sesuai amanat undang-undang,” lanjutnya.

Soal adanya kecurigaan masyarakat, beratnya sanksi dalam UU itu justru akan membuat oknum polisi bermain, Wakil Direktur Lalu Lintas Mabes Polri itu meminta masyarakat yang merasa dirugikan oknum polisi melapor ke kantor polisi setempat. ”Pasti ditindak,” ujarnya.

Belum semua tersedia

Di Jakarta, rambu dan syarat lain, seperti keberadaan terminal agar UU itu bisa diberlakukan, belum semua tersedia. Menurut pengamatan Kompas, banyak perempatan atau pertigaan lampu merah belum terpasang rambu larangan terbaru, seperti larangan langsung belok kiri.

Demikian juga dengan penyediaan trotoar dan jalur sepeda serta halte dan terminal. ”Sejak Desember lalu Dishub menambah dan memperbaiki ratusan lampu lalu lintas pengatur belok kiri di jalan arteri dan kolektor. Secara bertahap, kami akan terus menambah lampu pengatur belok kiri agar pengendara tak langsung belok ke kiri,” kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Riza Hasyim.

Adapun penyediaan lajur kiri untuk sepeda motor masih terbatas di Jalan protokol seperti Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin. Penambahan jalur sepeda motor untuk Jalan Gatot Subroto masih dalam rencana yang belum jelas kapan pelaksanaannya. Padahal, dalam UU Lalu lintas, semua sarana tadi menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan.

Di kota lain seperti Surabaya, Bandung, dan Medan, upaya menyosialisasikan UU itu terus dilakukan. Kepala Satuan Lalu Lintas Polwiltabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Agus Wijayanto menyatakan, pihaknya melakukan sosialisasi internal dulu kepada anggotanya, setelah itu menggelar road show ke perusahaan swasta, sekolah, dan media massa sejak Agustus 2009.

Wali Kota Medan Rahudman Harahap memilih sosialisasi tertib lalu lintas antara lain dengan datang ke sekolah-sekolah. Sedangkan Kepala Satuan Lalu lintas Polwitabes Bandung Ajun Komisaris Besar Prahoro Tri Wahyono dan jajarannya menyebarkan pamflet, datang ke sekolah dan komunitas sepeda motor. (NEL/ECA/RYO/BEE/ ABK/MHF/WSI/TRI)

Masyarakat Bisa Jadi Korban


Info : http://m.kompas.com/news/read/data/2010.01.11.03360346

Pemberlakuan sebagian Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan harus ditunda karena prasarana dan sarana pelaksanaan undang-undang tersebut belum siap. Jika pemerintah tetap memberlakukan, masyarakat akan menjadi korban.

Ahli hukum pidana Prof Dr Indriyanto Seno Aji mengemukakan pendapat tersebut, Minggu (10/1) di Jakarta, karena menilai prasarana dan sarana pelaksanaan undang-undang itu belum siap.

”Siapkan dulu sistem, prasarana, dan sarana berkait pelaksanaan undang-undang itu secara matang. Jika tidak, publik, masyarakat akan bingung lalu mereka akan menjadi korban undang-undang,” katanya.

Ia melihat persiapan pelaksanaan undang-undang tersebut juga belum bisa mengikat secara nasional sehingga dikhawatirkan malah menimbulkan kecurigaan akan muncul implikasi korupsi atau suap seperti selama ini terjadi di jalanan. Publik akan menjadi korban kondisi ini, sebab dengan alasan UU belok kiri tidak boleh langsung, pengendara bisa ditindak, padahal rambunya belum ada.

”Departemen teknis atau lembaga bersangkutan, seperti Polri, harus meminta penundaan beberapa pasal tertentu kepada pemerintah lewat penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau perppu,” usul Indriyanto.

UU Lalu lintas yang berlaku sejak diundangkan pada 22 Juni 2009 untuk menggantikan UU No 14/1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan memiliki 326 pasal yang memuat jauh lebih banyak aturan, di antaranya 44 pasal pidana. Pemerintah kini sedang menyelesaikan 600 pasal di peraturan pemerintah pelaksanaan UU Lalu Lintas 2009.

Pasal pidana pada UU baru itu tak hanya mengancam pengemudi kendaraan pelanggar aturan, tetapi juga siap menghukum penyelenggara jalan, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum atau dinas pekerjaan umum sesuai kelas jalan.

Indriyanto heran, mengapa begitu banyak pasal, apalagi keberadaan pasal pidana. Padahal, pelanggaran administratif semacam itu seharusnya hanya perlu sanksi administratif, seperti peringatan sampai pencabutan SIM atau denda uang. Namun, jika kesalahan berupa kelalaian, itu masuk ranah hukum pidana.

Ia mengimbau polisi dan instansi berkait membuat sistem pembayaran denda yang memudahkan masyarakat dan memperkecil celah korupsi. Sistem pembayaran denda langsung ke rekening pemerintah di bank akan menjadi solusi tepat.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Suroyo Alimoeso menegaskan, UU telah berlaku. Hal yang sama dikemukakan Wakil Direktur Lalu Lintas Markas Besar Polri Komisaris Besar Didik Purnomo. ”Pasal baru seperti larangan langsung belok kiri masih tahap sosialisasi, tetapi di Jakarta pelanggarnya tetap kena sanksi teguran walau masih selektif,” tutur Didik, akhir pekan lalu.

Lama sosialisasi untuk setiap wilayah berbeda sehingga pihaknya menyerahkan sepenuhnya soal itu kepada pejabat di wilayah masing-masing.

Didik menyatakan, pihaknya siap menegakkan peraturan sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang tersebut. Ditanya bagaimana dengan kondisi infrastruktur yang belum siap, ia menyerahkan keadaan itu kepada instansi yang terkait dengan bidang tersebut. Yang jelas, apabila ada instansi pemerintah tak melaksanakan UU tersebut, polisi akan tetap menindaknya.

”Penegakan hukum akan tetap kami lakukan sesuai amanat undang-undang,” lanjutnya.

Soal adanya kecurigaan masyarakat, beratnya sanksi dalam UU itu justru akan membuat oknum polisi bermain, Wakil Direktur Lalu Lintas Mabes Polri itu meminta masyarakat yang merasa dirugikan oknum polisi melapor ke kantor polisi setempat. ”Pasti ditindak,” ujarnya.

Belum semua tersedia

Di Jakarta, rambu dan syarat lain, seperti keberadaan terminal agar UU itu bisa diberlakukan, belum semua tersedia. Menurut pengamatan Kompas, banyak perempatan atau pertigaan lampu merah belum terpasang rambu larangan terbaru, seperti larangan langsung belok kiri.

Demikian juga dengan penyediaan trotoar dan jalur sepeda serta halte dan terminal. ”Sejak Desember lalu Dishub menambah dan memperbaiki ratusan lampu lalu lintas pengatur belok kiri di jalan arteri dan kolektor. Secara bertahap, kami akan terus menambah lampu pengatur belok kiri agar pengendara tak langsung belok ke kiri,” kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Riza Hasyim.

Adapun penyediaan lajur kiri untuk sepeda motor masih terbatas di Jalan protokol seperti Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin. Penambahan jalur sepeda motor untuk Jalan Gatot Subroto masih dalam rencana yang belum jelas kapan pelaksanaannya. Padahal, dalam UU Lalu lintas, semua sarana tadi menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan.

Di kota lain seperti Surabaya, Bandung, dan Medan, upaya menyosialisasikan UU itu terus dilakukan. Kepala Satuan Lalu Lintas Polwiltabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Agus Wijayanto menyatakan, pihaknya melakukan sosialisasi internal dulu kepada anggotanya, setelah itu menggelar road show ke perusahaan swasta, sekolah, dan media massa sejak Agustus 2009.

Wali Kota Medan Rahudman Harahap memilih sosialisasi tertib lalu lintas antara lain dengan datang ke sekolah-sekolah. Sedangkan Kepala Satuan Lalu lintas Polwitabes Bandung Ajun Komisaris Besar Prahoro Tri Wahyono dan jajarannya menyebarkan pamflet, datang ke sekolah dan komunitas sepeda motor. (NEL/ECA/RYO/BEE/ ABK/MHF/WSI/TRI)

Masyarakat Bisa Jadi Korban


Info : http://m.kompas.com/news/read/data/2010.01.11.03360346

Pemberlakuan sebagian Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan harus ditunda karena prasarana dan sarana pelaksanaan undang-undang tersebut belum siap. Jika pemerintah tetap memberlakukan, masyarakat akan menjadi korban.

Ahli hukum pidana Prof Dr Indriyanto Seno Aji mengemukakan pendapat tersebut, Minggu (10/1) di Jakarta, karena menilai prasarana dan sarana pelaksanaan undang-undang itu belum siap.

”Siapkan dulu sistem, prasarana, dan sarana berkait pelaksanaan undang-undang itu secara matang. Jika tidak, publik, masyarakat akan bingung lalu mereka akan menjadi korban undang-undang,” katanya.

Ia melihat persiapan pelaksanaan undang-undang tersebut juga belum bisa mengikat secara nasional sehingga dikhawatirkan malah menimbulkan kecurigaan akan muncul implikasi korupsi atau suap seperti selama ini terjadi di jalanan. Publik akan menjadi korban kondisi ini, sebab dengan alasan UU belok kiri tidak boleh langsung, pengendara bisa ditindak, padahal rambunya belum ada.

”Departemen teknis atau lembaga bersangkutan, seperti Polri, harus meminta penundaan beberapa pasal tertentu kepada pemerintah lewat penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau perppu,” usul Indriyanto.

UU Lalu lintas yang berlaku sejak diundangkan pada 22 Juni 2009 untuk menggantikan UU No 14/1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan memiliki 326 pasal yang memuat jauh lebih banyak aturan, di antaranya 44 pasal pidana. Pemerintah kini sedang menyelesaikan 600 pasal di peraturan pemerintah pelaksanaan UU Lalu Lintas 2009.

Pasal pidana pada UU baru itu tak hanya mengancam pengemudi kendaraan pelanggar aturan, tetapi juga siap menghukum penyelenggara jalan, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum atau dinas pekerjaan umum sesuai kelas jalan.

Indriyanto heran, mengapa begitu banyak pasal, apalagi keberadaan pasal pidana. Padahal, pelanggaran administratif semacam itu seharusnya hanya perlu sanksi administratif, seperti peringatan sampai pencabutan SIM atau denda uang. Namun, jika kesalahan berupa kelalaian, itu masuk ranah hukum pidana.

Ia mengimbau polisi dan instansi berkait membuat sistem pembayaran denda yang memudahkan masyarakat dan memperkecil celah korupsi. Sistem pembayaran denda langsung ke rekening pemerintah di bank akan menjadi solusi tepat.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Suroyo Alimoeso menegaskan, UU telah berlaku. Hal yang sama dikemukakan Wakil Direktur Lalu Lintas Markas Besar Polri Komisaris Besar Didik Purnomo. ”Pasal baru seperti larangan langsung belok kiri masih tahap sosialisasi, tetapi di Jakarta pelanggarnya tetap kena sanksi teguran walau masih selektif,” tutur Didik, akhir pekan lalu.

Lama sosialisasi untuk setiap wilayah berbeda sehingga pihaknya menyerahkan sepenuhnya soal itu kepada pejabat di wilayah masing-masing.

Didik menyatakan, pihaknya siap menegakkan peraturan sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang tersebut. Ditanya bagaimana dengan kondisi infrastruktur yang belum siap, ia menyerahkan keadaan itu kepada instansi yang terkait dengan bidang tersebut. Yang jelas, apabila ada instansi pemerintah tak melaksanakan UU tersebut, polisi akan tetap menindaknya.

”Penegakan hukum akan tetap kami lakukan sesuai amanat undang-undang,” lanjutnya.

Soal adanya kecurigaan masyarakat, beratnya sanksi dalam UU itu justru akan membuat oknum polisi bermain, Wakil Direktur Lalu Lintas Mabes Polri itu meminta masyarakat yang merasa dirugikan oknum polisi melapor ke kantor polisi setempat. ”Pasti ditindak,” ujarnya.

Belum semua tersedia

Di Jakarta, rambu dan syarat lain, seperti keberadaan terminal agar UU itu bisa diberlakukan, belum semua tersedia. Menurut pengamatan Kompas, banyak perempatan atau pertigaan lampu merah belum terpasang rambu larangan terbaru, seperti larangan langsung belok kiri.

Demikian juga dengan penyediaan trotoar dan jalur sepeda serta halte dan terminal. ”Sejak Desember lalu Dishub menambah dan memperbaiki ratusan lampu lalu lintas pengatur belok kiri di jalan arteri dan kolektor. Secara bertahap, kami akan terus menambah lampu pengatur belok kiri agar pengendara tak langsung belok ke kiri,” kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Riza Hasyim.

Adapun penyediaan lajur kiri untuk sepeda motor masih terbatas di Jalan protokol seperti Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin. Penambahan jalur sepeda motor untuk Jalan Gatot Subroto masih dalam rencana yang belum jelas kapan pelaksanaannya. Padahal, dalam UU Lalu lintas, semua sarana tadi menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan.

Di kota lain seperti Surabaya, Bandung, dan Medan, upaya menyosialisasikan UU itu terus dilakukan. Kepala Satuan Lalu Lintas Polwiltabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Agus Wijayanto menyatakan, pihaknya melakukan sosialisasi internal dulu kepada anggotanya, setelah itu menggelar road show ke perusahaan swasta, sekolah, dan media massa sejak Agustus 2009.

Wali Kota Medan Rahudman Harahap memilih sosialisasi tertib lalu lintas antara lain dengan datang ke sekolah-sekolah. Sedangkan Kepala Satuan Lalu lintas Polwitabes Bandung Ajun Komisaris Besar Prahoro Tri Wahyono dan jajarannya menyebarkan pamflet, datang ke sekolah dan komunitas sepeda motor. (NEL/ECA/RYO/BEE/ ABK/MHF/WSI/TRI)

Prosedur Tilang Lalu Lintas


Mungkin ada baiknya denda damai tilang yang biasanya lakukan kemarin nggak ditiru. Sebaiknya kita menolak berdamai dengan Dasar Hukum
Kalau ditilang di jalan sebenarnya anda diberi dua pilihan, form tilang biru dan merah.
  1. Formulir Biru adalah menerima kesalahan (artinya tidak perlu berdebat dengan hakim). Dengan form ini bayar denda di BRI yg ditunjuk.Sehabis bayar denda resmi ke BRI, ambil SIM atau STNK yang disita ke kantor Ditlantas setempat (klo jakarta gak jauh dari pancoran)
  2. Formulir Merah artinya anda tidak terima kesalahan yang dituduhkan, dan diberikan kesempatan untuk berdebat atau minta keringanan kepada hakim. Biasanya tanggal sidang adalah maksimum 14 Hari dari tanggal kejadian, tergantung Hari sidang Tilang di PN (Pengadilan Negeri) bersangkutan.
Oleh polisi, barang sitaan (SIM dan/atau STNK) akan disetor ke kantor Ditlantas setempat sampai dengan H-1 tanggal sidang.
Selama masih di kantor Ditlantas SIM/STNK itu bisa ditebus tanpa sidang ke PN, cukup ke loket yang tadi disebutkan, serahkan formulir merah, bayar dendanya, SIM/STNK kembali ke tangan anda. H-1 sebelum sidang dan seterusnya, SIM/STNK sudah dikirim ke pengadilan sesuai daerah perkara, jadi harus ditebus di PN masing-masing Menghadiri Sidang banyak alternatif untuk menyelesaikan melalui calo, tetapi biasanya akan lebih mahal daripada kalau menyelesaikan sendiri:
  • Sepanjang jalan menuju pengadilan, +- 50-100 m sebelum pengadilan banyak terdapat 'Calo' jasa pengurus tilang yang sebenarnya tidak memiliki pengaruh atau efek apapun terhadap pengurusan surat yang ditilang apalagi kemudahannya. Keberadaan mereka 'Calo' jangan ditanggapi dan jangan dihargai sama sekali! Karena mereka mudah emosi dan marah.
  • Setibanya di PN, begitu parkir sudah dikerubuti calo. Parkir kendaraan di dalam bangunan pengadilan, ambil tiket parkir pada petugas. Jangan parkir depan tepat dibagian luar pagar pengadilan yg banyak 'Calo' juga tukang parkir 'Preman' yang memaksa dan berkata "ya.. yak..parkir disini.. Disini.. Didalam tidak bisa!" Itu bohong, mereka cuma menggangu saja.
  • Selepas resepsionis calo masih saja akan mendekati anda. Kali ini calo-nya berseragam hijau pegawai negeri. Kata calo tersebut "anda tunggu aja disini, Rp 65.600,- aja. cepat kok selesainya".
  • Setelah ditunjukkan ruangan sidangnya, anda tunggu hakim datang. Lalu satu persatu, akan dibacakan nama dan kasusnya hakim langsung akan memberikan putusan soal besarnya denda pembelaan diri bisa dilakukan kalau perlu pembayaran langsung dilakukan di ruang sidang dan STNK yang ditahan juga langsung dikembalikan saat itu
  • Selepas sidang ada loket untuk mengambil SIM. Bayar disitu untuk mengambil SIM Anda. Akan dikatakan bahwa biayanya Rp 50.600,- jangan percaya.
baikknya anda melakukan hal seperti ini saja :
Ada
  1. Langsung sodorkan surat tilang ke salah satu petugas sambil berkata "saya mau ambil berkas ini."
  2. Sang petugas memeriksa surat tilang tersebut dan langsung mencari berkas yang diperlukan di tumpukan yang tepat, dan dalam waktu singkat menemukan berkas yang dicari.
  3. Langsung SIM tersebut diambil dari berkas itu dan diserahkan kepada anda, dan dia akan berkata "45 ribu". Berikan uang dalam jumlah yang tepat.
  4. Cek tabel denda (biasanya terpampang di loket) untuk tahu denda yang tepat
  5. Kalau tidak ada tabel denda, tawar saja atau minta bulatkan angkanya.

Tidak Menghadiri Sidang
  1. Kalau anda ingin menghadiri sidang, datanglah sesuai tanggal sidang yang tertera di surat tilang ke PN yg ditunjuk. Tapi ini tidak disarankan karena antriannya luar biasa banyak. Kita tidak akan punya kesempatan bertemu hakim, karena sidangnya sebenarnya IN ABSENTIA, dan banyak sekali CALO yang menawarkan bantuan.
  2. Anda disarankan untuk abaikan saja tanggal sidang tersebut, ambil SIM/STNK di hari lain terserah anda, hindari hari sidang tilang supaya tidak terjebak keramaian, dan langsung tuju loket khusus tilang yang ada di masing-masing PN.
  3. Tunjukkan formulir merahnya, dalam 5 menit SIM/STNK sudah kembali dengan bayar denda resmi.
  4. Sebelumnya cermati berapa denda resminya, supaya tidak dilebihkan oleh petugasnya. Contohnya, anda tahu denda masuk jalur cepat dengan naik motor Rp 15.000, petugasnya berkata Rp 25.600. Dia menambahkan Rp 600 seolah-olah itu perhitungan dengan rumus yang rumit, padahal akal-akalan saja biar ada yang masuk ke kantong dia.
  5. Anda berikan uang bulat 15.000, dia akan diam saja
Intinya:
  1. Jangan takut kalau kena tilang.
  2. Jangan sekali-kali damai dengan polisi di jalanan, pilih tilang saja.
  3. Jangan percaya kalau ditakuti polisi soal denda yang besar
  4. Jangan percaya kalau polisi berkata sidangnya jam 10. (karena loketnya udah buka dari pagi)
  5. Bayar denda sesuai tarif resmi.
  6. Jangan percaya sama pecahan 600. Itu buat memberi kesan bahwa dendanya uang pas

Prosedur Tilang Lalu Lintas


Mungkin ada baiknya denda damai tilang yang biasanya lakukan kemarin nggak ditiru. Sebaiknya kita menolak berdamai dengan Dasar Hukum
Kalau ditilang di jalan sebenarnya anda diberi dua pilihan, form tilang biru dan merah.
  1. Formulir Biru adalah menerima kesalahan (artinya tidak perlu berdebat dengan hakim). Dengan form ini bayar denda di BRI yg ditunjuk.Sehabis bayar denda resmi ke BRI, ambil SIM atau STNK yang disita ke kantor Ditlantas setempat (klo jakarta gak jauh dari pancoran)
  2. Formulir Merah artinya anda tidak terima kesalahan yang dituduhkan, dan diberikan kesempatan untuk berdebat atau minta keringanan kepada hakim. Biasanya tanggal sidang adalah maksimum 14 Hari dari tanggal kejadian, tergantung Hari sidang Tilang di PN (Pengadilan Negeri) bersangkutan.
Oleh polisi, barang sitaan (SIM dan/atau STNK) akan disetor ke kantor Ditlantas setempat sampai dengan H-1 tanggal sidang.
Selama masih di kantor Ditlantas SIM/STNK itu bisa ditebus tanpa sidang ke PN, cukup ke loket yang tadi disebutkan, serahkan formulir merah, bayar dendanya, SIM/STNK kembali ke tangan anda. H-1 sebelum sidang dan seterusnya, SIM/STNK sudah dikirim ke pengadilan sesuai daerah perkara, jadi harus ditebus di PN masing-masing Menghadiri Sidang banyak alternatif untuk menyelesaikan melalui calo, tetapi biasanya akan lebih mahal daripada kalau menyelesaikan sendiri:
  • Sepanjang jalan menuju pengadilan, +- 50-100 m sebelum pengadilan banyak terdapat 'Calo' jasa pengurus tilang yang sebenarnya tidak memiliki pengaruh atau efek apapun terhadap pengurusan surat yang ditilang apalagi kemudahannya. Keberadaan mereka 'Calo' jangan ditanggapi dan jangan dihargai sama sekali! Karena mereka mudah emosi dan marah.
  • Setibanya di PN, begitu parkir sudah dikerubuti calo. Parkir kendaraan di dalam bangunan pengadilan, ambil tiket parkir pada petugas. Jangan parkir depan tepat dibagian luar pagar pengadilan yg banyak 'Calo' juga tukang parkir 'Preman' yang memaksa dan berkata "ya.. yak..parkir disini.. Disini.. Didalam tidak bisa!" Itu bohong, mereka cuma menggangu saja.
  • Selepas resepsionis calo masih saja akan mendekati anda. Kali ini calo-nya berseragam hijau pegawai negeri. Kata calo tersebut "anda tunggu aja disini, Rp 65.600,- aja. cepat kok selesainya".
  • Setelah ditunjukkan ruangan sidangnya, anda tunggu hakim datang. Lalu satu persatu, akan dibacakan nama dan kasusnya hakim langsung akan memberikan putusan soal besarnya denda pembelaan diri bisa dilakukan kalau perlu pembayaran langsung dilakukan di ruang sidang dan STNK yang ditahan juga langsung dikembalikan saat itu
  • Selepas sidang ada loket untuk mengambil SIM. Bayar disitu untuk mengambil SIM Anda. Akan dikatakan bahwa biayanya Rp 50.600,- jangan percaya.
baikknya anda melakukan hal seperti ini saja :
Ada
  1. Langsung sodorkan surat tilang ke salah satu petugas sambil berkata "saya mau ambil berkas ini."
  2. Sang petugas memeriksa surat tilang tersebut dan langsung mencari berkas yang diperlukan di tumpukan yang tepat, dan dalam waktu singkat menemukan berkas yang dicari.
  3. Langsung SIM tersebut diambil dari berkas itu dan diserahkan kepada anda, dan dia akan berkata "45 ribu". Berikan uang dalam jumlah yang tepat.
  4. Cek tabel denda (biasanya terpampang di loket) untuk tahu denda yang tepat
  5. Kalau tidak ada tabel denda, tawar saja atau minta bulatkan angkanya.

Tidak Menghadiri Sidang
  1. Kalau anda ingin menghadiri sidang, datanglah sesuai tanggal sidang yang tertera di surat tilang ke PN yg ditunjuk. Tapi ini tidak disarankan karena antriannya luar biasa banyak. Kita tidak akan punya kesempatan bertemu hakim, karena sidangnya sebenarnya IN ABSENTIA, dan banyak sekali CALO yang menawarkan bantuan.
  2. Anda disarankan untuk abaikan saja tanggal sidang tersebut, ambil SIM/STNK di hari lain terserah anda, hindari hari sidang tilang supaya tidak terjebak keramaian, dan langsung tuju loket khusus tilang yang ada di masing-masing PN.
  3. Tunjukkan formulir merahnya, dalam 5 menit SIM/STNK sudah kembali dengan bayar denda resmi.
  4. Sebelumnya cermati berapa denda resminya, supaya tidak dilebihkan oleh petugasnya. Contohnya, anda tahu denda masuk jalur cepat dengan naik motor Rp 15.000, petugasnya berkata Rp 25.600. Dia menambahkan Rp 600 seolah-olah itu perhitungan dengan rumus yang rumit, padahal akal-akalan saja biar ada yang masuk ke kantong dia.
  5. Anda berikan uang bulat 15.000, dia akan diam saja
Intinya:
  1. Jangan takut kalau kena tilang.
  2. Jangan sekali-kali damai dengan polisi di jalanan, pilih tilang saja.
  3. Jangan percaya kalau ditakuti polisi soal denda yang besar
  4. Jangan percaya kalau polisi berkata sidangnya jam 10. (karena loketnya udah buka dari pagi)
  5. Bayar denda sesuai tarif resmi.
  6. Jangan percaya sama pecahan 600. Itu buat memberi kesan bahwa dendanya uang pas

Prosedur Tilang Lalu Lintas


Mungkin ada baiknya denda damai tilang yang biasanya lakukan kemarin nggak ditiru. Sebaiknya kita menolak berdamai dengan Dasar Hukum
Kalau ditilang di jalan sebenarnya anda diberi dua pilihan, form tilang biru dan merah.
  1. Formulir Biru adalah menerima kesalahan (artinya tidak perlu berdebat dengan hakim). Dengan form ini bayar denda di BRI yg ditunjuk.Sehabis bayar denda resmi ke BRI, ambil SIM atau STNK yang disita ke kantor Ditlantas setempat (klo jakarta gak jauh dari pancoran)
  2. Formulir Merah artinya anda tidak terima kesalahan yang dituduhkan, dan diberikan kesempatan untuk berdebat atau minta keringanan kepada hakim. Biasanya tanggal sidang adalah maksimum 14 Hari dari tanggal kejadian, tergantung Hari sidang Tilang di PN (Pengadilan Negeri) bersangkutan.
Oleh polisi, barang sitaan (SIM dan/atau STNK) akan disetor ke kantor Ditlantas setempat sampai dengan H-1 tanggal sidang.
Selama masih di kantor Ditlantas SIM/STNK itu bisa ditebus tanpa sidang ke PN, cukup ke loket yang tadi disebutkan, serahkan formulir merah, bayar dendanya, SIM/STNK kembali ke tangan anda. H-1 sebelum sidang dan seterusnya, SIM/STNK sudah dikirim ke pengadilan sesuai daerah perkara, jadi harus ditebus di PN masing-masing Menghadiri Sidang banyak alternatif untuk menyelesaikan melalui calo, tetapi biasanya akan lebih mahal daripada kalau menyelesaikan sendiri:
  • Sepanjang jalan menuju pengadilan, +- 50-100 m sebelum pengadilan banyak terdapat 'Calo' jasa pengurus tilang yang sebenarnya tidak memiliki pengaruh atau efek apapun terhadap pengurusan surat yang ditilang apalagi kemudahannya. Keberadaan mereka 'Calo' jangan ditanggapi dan jangan dihargai sama sekali! Karena mereka mudah emosi dan marah.
  • Setibanya di PN, begitu parkir sudah dikerubuti calo. Parkir kendaraan di dalam bangunan pengadilan, ambil tiket parkir pada petugas. Jangan parkir depan tepat dibagian luar pagar pengadilan yg banyak 'Calo' juga tukang parkir 'Preman' yang memaksa dan berkata "ya.. yak..parkir disini.. Disini.. Didalam tidak bisa!" Itu bohong, mereka cuma menggangu saja.
  • Selepas resepsionis calo masih saja akan mendekati anda. Kali ini calo-nya berseragam hijau pegawai negeri. Kata calo tersebut "anda tunggu aja disini, Rp 65.600,- aja. cepat kok selesainya".
  • Setelah ditunjukkan ruangan sidangnya, anda tunggu hakim datang. Lalu satu persatu, akan dibacakan nama dan kasusnya hakim langsung akan memberikan putusan soal besarnya denda pembelaan diri bisa dilakukan kalau perlu pembayaran langsung dilakukan di ruang sidang dan STNK yang ditahan juga langsung dikembalikan saat itu
  • Selepas sidang ada loket untuk mengambil SIM. Bayar disitu untuk mengambil SIM Anda. Akan dikatakan bahwa biayanya Rp 50.600,- jangan percaya.
baikknya anda melakukan hal seperti ini saja :
Ada
  1. Langsung sodorkan surat tilang ke salah satu petugas sambil berkata "saya mau ambil berkas ini."
  2. Sang petugas memeriksa surat tilang tersebut dan langsung mencari berkas yang diperlukan di tumpukan yang tepat, dan dalam waktu singkat menemukan berkas yang dicari.
  3. Langsung SIM tersebut diambil dari berkas itu dan diserahkan kepada anda, dan dia akan berkata "45 ribu". Berikan uang dalam jumlah yang tepat.
  4. Cek tabel denda (biasanya terpampang di loket) untuk tahu denda yang tepat
  5. Kalau tidak ada tabel denda, tawar saja atau minta bulatkan angkanya.

Tidak Menghadiri Sidang
  1. Kalau anda ingin menghadiri sidang, datanglah sesuai tanggal sidang yang tertera di surat tilang ke PN yg ditunjuk. Tapi ini tidak disarankan karena antriannya luar biasa banyak. Kita tidak akan punya kesempatan bertemu hakim, karena sidangnya sebenarnya IN ABSENTIA, dan banyak sekali CALO yang menawarkan bantuan.
  2. Anda disarankan untuk abaikan saja tanggal sidang tersebut, ambil SIM/STNK di hari lain terserah anda, hindari hari sidang tilang supaya tidak terjebak keramaian, dan langsung tuju loket khusus tilang yang ada di masing-masing PN.
  3. Tunjukkan formulir merahnya, dalam 5 menit SIM/STNK sudah kembali dengan bayar denda resmi.
  4. Sebelumnya cermati berapa denda resminya, supaya tidak dilebihkan oleh petugasnya. Contohnya, anda tahu denda masuk jalur cepat dengan naik motor Rp 15.000, petugasnya berkata Rp 25.600. Dia menambahkan Rp 600 seolah-olah itu perhitungan dengan rumus yang rumit, padahal akal-akalan saja biar ada yang masuk ke kantong dia.
  5. Anda berikan uang bulat 15.000, dia akan diam saja
Intinya:
  1. Jangan takut kalau kena tilang.
  2. Jangan sekali-kali damai dengan polisi di jalanan, pilih tilang saja.
  3. Jangan percaya kalau ditakuti polisi soal denda yang besar
  4. Jangan percaya kalau polisi berkata sidangnya jam 10. (karena loketnya udah buka dari pagi)
  5. Bayar denda sesuai tarif resmi.
  6. Jangan percaya sama pecahan 600. Itu buat memberi kesan bahwa dendanya uang pas

Senin, 08 Februari 2010

Asyiknya Wisata ke Pegunungan Bromo

Pemandangan dari Gunung Penanjakan

Mungkin ada baiknya jika anda yang saat ini sedang berada di jawa timur untuk mengujungi salah satu ikon pariwisata jawa timur yang terkenal ini yakni Gunung Bromo. Kawasan wisata yang dikenal dengan sebutan TNB ( Taman Nasional Bromo) ini memiliki luas 50.273,30 Ha yang diapit 4 kabupaten di jawa timur yakni Probolinggo, Pasuruan , Malang dan Lumajang. Masyarakat sekitar G. Bromo yaitu masyarakat Tengger mempunyai upacara tradisi tahunan yaitu upacara melempar sesaji pada tengah malam (tepat pkl. 24.00 WIB), yang disebut dengan upacara “Kasodo”. Upacana adat Tengger ini, biasanya sangat meriah dan sering dihadiri oleh pejabat-pejahat tinggi serta masyarakat Indonesia lainnya juga para turis asing yang jumlahnya mencapai puluhan ribu pengunjung. Dengan ketinggian antara 1.000m - 3676m diatas permukaan laut dan suhu berkisar 3 -20 derajat Celcius, mungkin ada baiknya anda mnggunakan jaket tahan dingin, sarung tangan dan sarung kaki.

TNB ini memiliki beberapa tempat yang paling di favoritkan sebagai alasan wisatawan kesana yakni Gunung Penanjakan dan Kawah Gunung Bromo . Gunung Penanjakan dengan ketinggian 2770m diatas permukaan laut akan memberikan pemandangan yang menakjubkan di saat Matahari Terbit (Sunrise) yakni antara jam 04.30wib s.d 05.30wib . Dan setelah itu anda bisa menuju ke Kawah Gunung Bromo dengan melewati Lautan Pasir (Sea Of sand). Daerah yang gersang yang dipenuhi pasir dan hanya ditumbuhi sedikit rumput-rumputan yang mengering. Tiupan angin, membuat pasir berterbangan dan dapat menyulitkan Anda bernafas.

Untuk mencapai kaki Gunung Bromo, Anda tidak dapat menggunakan kendaraan. Sebaliknya, Anda harus menyewa kuda dengan harga Rp 70.000,- atau bila Anda merasa kuat, Anda dapat memilih berjalan kaki. Tapi, patut diperhatikan bahwa berjalan kaki bukanlah hal yang mudah, karena sinar matahari yang terik, jarak yang jauh, debu yang berterbangan dapat membuat perjalanan semakin berat.

Sekarang, Anda harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 anak tangga untuk dapat melihat kawah Gunung Bromo. Sesampainya di puncak Bromo yang tingginya 2.392 m dari permukaan laut, Anda dapat melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap. Anda juga dapat melayangkan pandangan Anda kebawah, dan terlihatlah lautan pasir dengan pura di tengah-tengahnya. dengan puncak G. Semeru sebagai latarnya. Benar-benar pemandangan yang sangat langka dan luar biasa yang dapat kita nikmati.

Bagaimana cara akses kesana? Tentunya tak sedikit dari kita yang ingin tahu hal itu termasuk tentang Tarif Hotel dan pemandu disana. Ada banyak jalur yang yang bisa dilalui kekawasan TNB tersebut, untuk kategori akses berani anda bisa melalui probolinggo ( jalur ini tidak bisa membawa kendaraan sendiri ) atau jalur mudah melalui pasuruan. Untuk mudahnya saya akan ambil asumsi untuk akses kesana dari kota surabaya dengan tidak membawa kendaraan sendiri. Dari Kota surabaya, anda bisa tanya awal ke terminal bungurasih karena saya yakin semua tahu akan hal ini. Dari terminal bungurasih kita naik Bis Jurusan Kota Pasuruan atau Kota Probolinggo.

Untuk menuju G. Bromo dari arah Pasuruan: Dari Surabaya kita naik bus jurusan Probolinggo dan turun di Pasuruan. Selanjutnya naik Colt jurusan Tosari - Wonokitri. Di sini kita dapat bermalam di hotel atau losmen atau dapat juga langsung meneruskan perjalanan menuju G. Penanjakan, atau masuk ke lautan Pasir dan menuju puncak G. Bromo.
Bila dari arah Probolinggo, kita naik Colt atau bis jurusan Sukapura terus Ngadisari. Dari Ngadisari naik kendaraan/berjalan kaki menuju Cemoro Lawang sejauh 3 Km. Di Cemoro Lawang kita dapat bermalam di hotel maupun losmen atau di rumah-rumah penduduk. Pagi-pagi sekali kita dapat melanjutkan perjalanan ke kawah G. Bromo yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki maupun naik kuda sewa, untuk menyaksikan panorama matahari terbit. Kalo kita lewat wilayah Probolinggo ongkos sewa yaitu Rp 200.000,-. Sesampai di desa wonotoro,kita parkir mobil kita ganti dengan 4-wheel Jeep.Kalo dari Probolinggo ini sangat tidak disarankan membawa kendaraan sendiri yang bukan 4 wheel,apalagi pada musim kemarau,karena bahaya terperosok di lautan pasir.
Ongkos lain:
- Retribusi Jalan Wisata u/ Jepp : Rp 2.000,-
- Retribusi Jalan Desa : Rp 2.000,-
- Asuransi Kecelakaan : Rp 2.000,- / orang
- Karcis masuk pengunjung : Rp 2.000,- / orang


Berbagai hotel dan penginapan dapat ditemukan disekitar area Taman Nasional Bromo-Semeru, mulai dari losmen sampai dengan hotel berbintang 4 dapat di jadikan pilihan untuk menginap di Bromo. Rata rata setiap hotel memasang tarif yang terjangkau.Bagaiamana dengan tempat bersantap kita? Mungkin agak sedikit sulit untuk menemukan tempat makan di area ini terutama pada malam hari. Akan tetapi, apabila Anda menginap di desa Wonokitri, sekitar 3 km ke bawah tepatnya di pasar Tosari dapat ditemui beberapa warung makanan yang buka dan menjajakan makanannya hingga pukul 9 malam.


By : Zahir Gadri dengan ingfo dari berbagai sumber

Asyiknya Wisata ke Pegunungan Bromo

Pemandangan dari Gunung Penanjakan

Mungkin ada baiknya jika anda yang saat ini sedang berada di jawa timur untuk mengujungi salah satu ikon pariwisata jawa timur yang terkenal ini yakni Gunung Bromo. Kawasan wisata yang dikenal dengan sebutan TNB ( Taman Nasional Bromo) ini memiliki luas 50.273,30 Ha yang diapit 4 kabupaten di jawa timur yakni Probolinggo, Pasuruan , Malang dan Lumajang. Masyarakat sekitar G. Bromo yaitu masyarakat Tengger mempunyai upacara tradisi tahunan yaitu upacara melempar sesaji pada tengah malam (tepat pkl. 24.00 WIB), yang disebut dengan upacara “Kasodo”. Upacana adat Tengger ini, biasanya sangat meriah dan sering dihadiri oleh pejabat-pejahat tinggi serta masyarakat Indonesia lainnya juga para turis asing yang jumlahnya mencapai puluhan ribu pengunjung. Dengan ketinggian antara 1.000m - 3676m diatas permukaan laut dan suhu berkisar 3 -20 derajat Celcius, mungkin ada baiknya anda mnggunakan jaket tahan dingin, sarung tangan dan sarung kaki.

TNB ini memiliki beberapa tempat yang paling di favoritkan sebagai alasan wisatawan kesana yakni Gunung Penanjakan dan Kawah Gunung Bromo . Gunung Penanjakan dengan ketinggian 2770m diatas permukaan laut akan memberikan pemandangan yang menakjubkan di saat Matahari Terbit (Sunrise) yakni antara jam 04.30wib s.d 05.30wib . Dan setelah itu anda bisa menuju ke Kawah Gunung Bromo dengan melewati Lautan Pasir (Sea Of sand). Daerah yang gersang yang dipenuhi pasir dan hanya ditumbuhi sedikit rumput-rumputan yang mengering. Tiupan angin, membuat pasir berterbangan dan dapat menyulitkan Anda bernafas.

Untuk mencapai kaki Gunung Bromo, Anda tidak dapat menggunakan kendaraan. Sebaliknya, Anda harus menyewa kuda dengan harga Rp 70.000,- atau bila Anda merasa kuat, Anda dapat memilih berjalan kaki. Tapi, patut diperhatikan bahwa berjalan kaki bukanlah hal yang mudah, karena sinar matahari yang terik, jarak yang jauh, debu yang berterbangan dapat membuat perjalanan semakin berat.

Sekarang, Anda harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 anak tangga untuk dapat melihat kawah Gunung Bromo. Sesampainya di puncak Bromo yang tingginya 2.392 m dari permukaan laut, Anda dapat melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap. Anda juga dapat melayangkan pandangan Anda kebawah, dan terlihatlah lautan pasir dengan pura di tengah-tengahnya. dengan puncak G. Semeru sebagai latarnya. Benar-benar pemandangan yang sangat langka dan luar biasa yang dapat kita nikmati.

Bagaimana cara akses kesana? Tentunya tak sedikit dari kita yang ingin tahu hal itu termasuk tentang Tarif Hotel dan pemandu disana. Ada banyak jalur yang yang bisa dilalui kekawasan TNB tersebut, untuk kategori akses berani anda bisa melalui probolinggo ( jalur ini tidak bisa membawa kendaraan sendiri ) atau jalur mudah melalui pasuruan. Untuk mudahnya saya akan ambil asumsi untuk akses kesana dari kota surabaya dengan tidak membawa kendaraan sendiri. Dari Kota surabaya, anda bisa tanya awal ke terminal bungurasih karena saya yakin semua tahu akan hal ini. Dari terminal bungurasih kita naik Bis Jurusan Kota Pasuruan atau Kota Probolinggo.

Untuk menuju G. Bromo dari arah Pasuruan: Dari Surabaya kita naik bus jurusan Probolinggo dan turun di Pasuruan. Selanjutnya naik Colt jurusan Tosari - Wonokitri. Di sini kita dapat bermalam di hotel atau losmen atau dapat juga langsung meneruskan perjalanan menuju G. Penanjakan, atau masuk ke lautan Pasir dan menuju puncak G. Bromo.
Bila dari arah Probolinggo, kita naik Colt atau bis jurusan Sukapura terus Ngadisari. Dari Ngadisari naik kendaraan/berjalan kaki menuju Cemoro Lawang sejauh 3 Km. Di Cemoro Lawang kita dapat bermalam di hotel maupun losmen atau di rumah-rumah penduduk. Pagi-pagi sekali kita dapat melanjutkan perjalanan ke kawah G. Bromo yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki maupun naik kuda sewa, untuk menyaksikan panorama matahari terbit. Kalo kita lewat wilayah Probolinggo ongkos sewa yaitu Rp 200.000,-. Sesampai di desa wonotoro,kita parkir mobil kita ganti dengan 4-wheel Jeep.Kalo dari Probolinggo ini sangat tidak disarankan membawa kendaraan sendiri yang bukan 4 wheel,apalagi pada musim kemarau,karena bahaya terperosok di lautan pasir.
Ongkos lain:
- Retribusi Jalan Wisata u/ Jepp : Rp 2.000,-
- Retribusi Jalan Desa : Rp 2.000,-
- Asuransi Kecelakaan : Rp 2.000,- / orang
- Karcis masuk pengunjung : Rp 2.000,- / orang


Berbagai hotel dan penginapan dapat ditemukan disekitar area Taman Nasional Bromo-Semeru, mulai dari losmen sampai dengan hotel berbintang 4 dapat di jadikan pilihan untuk menginap di Bromo. Rata rata setiap hotel memasang tarif yang terjangkau.Bagaiamana dengan tempat bersantap kita? Mungkin agak sedikit sulit untuk menemukan tempat makan di area ini terutama pada malam hari. Akan tetapi, apabila Anda menginap di desa Wonokitri, sekitar 3 km ke bawah tepatnya di pasar Tosari dapat ditemui beberapa warung makanan yang buka dan menjajakan makanannya hingga pukul 9 malam.


By : Zahir Gadri dengan ingfo dari berbagai sumber

Sponsor Blog